Selasa, 26 Maret 2024

Model 1.1.j. Pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara Koneksi Antar Materi

Gambar 1. Sumber Google.

Pendidikan Guru Penggerak (PGP) merupakan wadah bagi Calon Guru Penggerak (CGP) untuk belajar meningkatkan kualifikasi serta kuantitas ilmu yang akan diperoleh guru. pada dasar nya setiap guru sebelum memberikan materi pembelajaran kepada murid guru harus memiliki dasar ilmu mulai rencana pembelajaran, teknik-taktik pembelajaran hingga metode pembelajaran yang relevan kepada kemajuan belajar murid apapun mata pelajaran yang akan mereka kuasai. Benar bahwa fasilitas yang diberikan oleh pemerintah untuk yang telah melewati PGP ini diberikan akses mudah untuk menjadi pemimpin mulai di kelas atau komunitas  bahkan bisa menjadi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah dengan berbagai syarat pendukung lainnya. 

Guru Penggerak diharapkan bisa menjadi motor bagi guru-guru yang ada di unit satuan pendidikannya masing-masing tentu diharapkan semua guru nantinya bisa terkualifikasi sebagai Guru Penggerak hanya saja butuh waktu antrian bahkan syarat hingga tes seleksi yang cukup kompetitif antar sesama guru di berbagai tingkat satuan pendidikan sehingga saat ini pun pemerintah memberikan masing-masing daerah jatah peserta yang bisa ikut mendaftar. bagi teman-teman guru diharapkan yang sudah memiliki syarat yang cukup agar tidak menyia-nyiakan waktu dan kesempatan sehingga bisa ikut bagian dari mengikuti PGP ini nantinya.

Pertemuan maya pertama yang saya jalani bersama guru-guru hebat sangat meningkatkan semangat untuk bisa kembali belajar dengan berbagai tantangan dan rintangan yang akan dijalani kedepan Insyaa allah saya dan seluruh teman-teman yang mengikuti PGP ini bisa menyelesaikan hingga akhir nantinya.

Gambar 2. Sumber Dokumentasi PGP Kelas 10.19.

Kemudian setelah melewati pekan pertama yang sangat seru kami di PGP mengikuti pertemuan secara luring atau tatap muka langsung dan ini membuat semangat lebih tinggi lagi karena banyak bertemu dengan teman-teman guru hebat dan kepala sekolah hebat yang mendukung penuh gurunya untk meningkatkan kualitas diri dan satuan pendidikan nantinya. Begitu luar biasa pada pertemuan perdana ini membuat kami sebagai PGP ingin sekali mengundang teman-teman yang lain agar mengikuti PGP ini segera karena manfaatnya langsung terasa yang akan saya jelaskan secara rinci dibawah nantinya sesuai yang saya alami sendiri.

Gambar 3. Sumber Dokumentasi PGP Kelas 10.19.

dalam artikel ini sengaja saya buka dengan pendahuluan kenapa Guru Penggerak itu sangat penting untuk guru meningkatkan kualitas nya sebagai guru bukan hanya untuk pribadi nya tapi juga karena kodran zaman yang di sampaikan bapak pendidikan Indonesia yakni Ki Hajar Dewantara (KHD) bahwa setiap zaman memiliki kecendrungan dan kebiasaan yang berbeda-beda termasuk dalam pembelajaran sehingga kita guru wajib beradaptasi dan siap dengan perubahan tersebut dengan niat memajukan peserta didik kita dalam menghadapi tantangannya mereka di masa yang akan datang. Artikel ini juga saya gunakan sebagai tugas akhir di Model 1.1 PGP Angkatan 10 tahun 2024. yang mana Sebelum mempelajari pendidikan menurut KHD modul 1.1, saya memiliki beberapa keyakinan tentang murid dan pembelajaran di kelas:

Murid:

  • Murid adalah pasif dalam proses pembelajaran, menerima informasi dan pengetahuan dari guru.
  • Murid harus patuh dan mengikuti instruksi guru dengan cermat.
  • Murid yang pintar adalah yang mampu menghafal dan menjawab pertanyaan dengan benar.
  • Murid harus diam dan fokus pada pelajaran di kelas.

Pembelajaran di kelas:

  • Pembelajaran adalah proses transfer pengetahuan dari guru ke murid.
  • Guru adalah sumber utama pengetahuan di kelas.
  • Pembelajaran yang efektif adalah yang terstruktur dan terencana dengan baik.
  • Kelas yang baik adalah kelas yang tenang dan tertib.


Gambar 4. Sumber Dokumentasi Kegiatan Sekolah.


Setelah mempelajari modul 1.1, keyakinan saya tentang murid dan pembelajaran di kelas berubah:

Murid:

  • Murid adalah individu aktif yang memiliki potensi untuk belajar dan berkembang.
  • Murid memiliki keunikan dan kemampuan belajar yang berbeda-beda.
  • Murid yang berprestasi adalah yang mampu mengembangkan potensinya secara maksimal.
  • Murid harus diakomodasi kebutuhan belajarnya dan didorong untuk aktif dalam proses pembelajaran.

Pembelajaran di kelas:

  • Pembelajaran adalah proses menumbuhkan rasa ingin tahu dan mendorong murid untuk belajar.
  • Guru adalah fasilitator yang membantu murid belajar dan berkembang.
  • Pembelajaran yang efektif adalah yang berpusat pada murid dan menyenangkan.
  • Kelas yang baik adalah kelas yang dinamis dan interaktif.

Modul 1.1 membantu saya memahami bahwa murid adalah individu yang unik dan memiliki potensi untuk belajar dan berkembang. Pembelajaran yang efektif adalah yang berpusat pada murid dan menyenangkan. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu murid belajar dan berkembang.

Setelah mempelajari pendidikan menurut KHD modul 1.1 ini beberapa pemikiran dan perilaku saya mengalami perubahan:

Pemikiran:

  • Lebih menghargai perbedaan individualitas murid: Saya lebih memahami bahwa setiap murid memiliki keunikan dan kemampuan belajar yang berbeda-beda. Hal ini mendorong saya untuk lebih memperhatikan kebutuhan belajar individual murid dalam proses pembelajaran.
  • Lebih menekankan pentingnya peran murid dalam proses pembelajaran: Saya menyadari bahwa murid bukan hanya objek pasif yang menerima informasi dari guru. Murid adalah individu aktif yang memiliki peran penting dalam proses pembelajarannya sendiri.
  • Lebih terbuka terhadap berbagai metode pembelajaran: Saya memahami bahwa tidak ada satu metode pembelajaran yang paling efektif untuk semua murid. Saya menjadi lebih terbuka untuk mencoba berbagai metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya belajar murid.

Perilaku:

  • Lebih sabar dan fleksibel dalam mengajar: Saya menjadi lebih sabar dan fleksibel dalam menghadapi murid dengan kemampuan belajar yang berbeda-beda. Saya berusaha menyesuaikan kecepatan dan tingkat kesulitan pembelajaran dengan kebutuhan murid.
  • Lebih sering memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar secara aktif: Saya lebih sering memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar secara aktif, seperti melalui diskusi, proyek, dan presentasi. Hal ini membantu murid untuk lebih memahami materi pembelajaran dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif.
  • Lebih sering memberikan umpan balik yang positif dan membangun: Saya berusaha memberikan umpan balik yang positif dan membangun kepada murid untuk meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri mereka dalam belajar.

Secara keseluruhan, mempelajari pendidikan menurut KHD modul 1.1 membantu saya menjadi guru yang lebih baik. Saya menjadi lebih memahami kebutuhan murid dan lebih mampu menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.

Berikut beberapa hal yang dapat saya terapkan dengan segera agar kelas saya mencerminkan pemikiran KHD:

1. Membangun hubungan yang baik dengan murid:

  • Mempelajari nama dan minat murid.
  • Menyapa murid dengan ramah dan penuh perhatian.
  • Menyediakan waktu untuk mendengarkan dan berdialog dengan murid.
  • Menunjukkan empati dan penghargaan terhadap perasaan dan pendapat murid.

2. Menerapkan pembelajaran yang berpusat pada murid:

  • Memilih topik pembelajaran yang relevan dengan minat dan kebutuhan murid.
  • Memberikan kesempatan kepada murid untuk memilih dan mengerjakan proyek belajar.
  • Mendorong murid untuk belajar secara aktif dan mandiri.
  • Memberikan umpan balik yang positif dan membangun kepada murid.

3. Menciptakan suasana kelas yang demokratis dan inklusif:

  • Mendorong murid untuk berani bertanya dan mengungkapkan pendapat.
  • Menghargai perbedaan pendapat dan keragaman di kelas.
  • Memberikan kesempatan kepada semua murid untuk berpartisipasi dalam pembelajaran.
  • Menerapkan disiplin yang positif dan membantu murid untuk belajar dari kesalahannya.

4. Menjadi guru yang reflektif dan terus belajar:

  • Terbuka terhadap kritik dan saran dari murid dan kolega.
  • Terus belajar dan mengembangkan diri sebagai guru.
  • Mencari inspirasi dari berbagai sumber, termasuk pemikiran KHD.
  • Bergabung dengan komunitas guru dan berbagi pengalaman dengan guru lain.

Dengan menerapkan beberapa hal tersebut, saya yakin kelas saya akan lebih mencerminkan pemikiran KHD dan menjadi tempat belajar yang menyenangkan dan efektif bagi semua murid.

Berikut beberapa contoh penerapan konkret di kelas:

  • Memulai pembelajaran dengan menanyakan pendapat murid tentang topik yang akan dipelajari.
  • Membagi murid ke dalam kelompok kecil dan memberikan tugas proyek yang dapat dikerjakan bersama.
  • Menerapkan pembelajaran berbasis permainan untuk membuat belajar lebih menyenangkan.
  • Memberikan kesempatan kepada murid untuk presentasi hasil belajarnya di depan kelas.
  • Melakukan refleksi pembelajaran bersama murid di akhir kelas.

Penerapan pemikiran KHD membutuhkan waktu dan usaha, tetapi hal ini sangat penting untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas dan memerdekakan bagi semua murid.

Pembelajaran PGP didampingi guru hebat lainnya takni Fasilitator Hebat Ibu Yuzelma, S.T, M.Si dan Pengajar Praktik Ibu SIti Bulqis, S.Pd. Semoga pendampingan PGP ini bbisa berjalan dengan baik hingga selesai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar