Baik saya disini berbicara apa adanya mengenai Program Guru Penggerak bukan hanya karena saya sudah masuk kedalam sistem atau program ini secara langsung, lalu dengan banyaknya pro dan kontra mengenai program ini tapi saya menulis ini dengan sangat sadar dan bersemangat mengenai program guru penggerak ini. Sebelumnya saya sangat berterimakasih dengan IGI yang mana disaat masa Covid-19 mereka aktif mengadakan pelatihan-pelatihan daring hingga saat ini pun masih banyak pelatihan yang mereka lakukan sehingga dampaknya lebih terasa oleh guru-guru bahkan orang tua yang
dilibatkan saat pengimbasan oleh guru-guru yang mengikuti pelatihannya, oleh karena itu saya kembali mulai aktif menjalankan blogger ini walau masih dalam tahap belajar. saya secara pribadi banyak pemahaman dan ilmu-ilmu yang saya terima di Program Guru Penggerak (PGP) sebenarnya sudah pernah dirasakan dan dipelajari walau tidak terlalu dalam seperti saya kuliah di perguruan tinggi, kami jurusan pendidikan olahraga mempelajari mata kuliah penjas adaptif dan kurikulum pendidikan yang dimana penyampaian dosen-dosen yang mengajar selalu mengaitkan kejadian-kejadian nyata disekolah-sekolah di zamannya sehingga kami sebagai mahasiswa tergambarkan dan terbayangkan kondisi pendidikan di sekolah mulai satuan pendidikan SD hingga SMA. kaitannya dengan apa yang saya rasakan secara garis besar semua materi pembelajaran di Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) ini sangat baik bagi kita guru yangBenar memang program Pendidikan Profesi Guru (PPG) juga sebagai wadah dan aksi nyata dari pemerintah untuk para guru-guru baru dan guru lama dalam meningkatkan potensi hingga kesejahteraannya, namun materi PGP ini jika diberikan saat mahasiswa masih berkuliah ditingkat akhir saya kira ini akan lebih berdampak besar. Pada tulisan ini saya akan coba mulai apa yang saya lakukan dan rasakan sebagai Calon Guru Penggerak sehingga pada akhir tulisan ini saya akan menyimpulkan lebih besar pendapat saya mengenai program ini.
Saya masuk dalam Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 10 di mulai tanggal 15 maret 2024 di buka langsung oleh dirjen GTK Kemdikbud secara Luring se-Indonesia melalui Zoom Link dan youtube. Pertemuan akbar tingkat nasional ini saya hanya mengikuti melalui youtube dari pukul 9 sampai selesai jam 12. Di siang hari nya di lanjutkan pertemuan sesi ke 2 dengan BGP Riau yang informasi yang disampaikan pembagian kelas serta Fasilitator dan Pengajar Praktik yagn akan mendampingi Calon Guru Penggerak (CGP) selama PGP ini berjalan 6 bulan lebih kedepannya. selama pertemuan dengan BGP Riau saya juga aktif membuka halaman LMS PMM karena masih baru dalam penggunaannya. Pertama kali setelah menjadi guru saya belum pernah mengikuti program atau kegiatan pelatih yang terstruktur dengan waktu jangka panjang. hingga saya dapat menjadi bagian yang mengikuti PGP ini. Saya sangat antusias ditambah saya juga dapat bertukar pikiran dengan guru di setiap satuan pendidikan bukan hanya guru SMA tapi juga dari guru SD, SMP, SMK dan SLB. pada pertemuan lokakarya 0 saya dapat bertemu langsung dengan teman-teman PGP lainnya sehingga di dalam pertemuan ini kami dapat berbagi ilmu langsung dan saling menguatkan serta memberi motivasi agar sama-sama dapat menyelesaikan PGP ini hingga selesai bersama-sama.
Selama pertemuan dengan BGP Riau saya juga aktif membuka halaman LMS PMM karena masih baru dalam penggunaannya. pada dwi mingguan kedua ini kami memiliki tantangan yang bergama karena bertepatan dengan persiapan dan hari lebara idul fitri tahun 2024 M / 1445 H sehingga saya terutama fokus mengerjakan pekerjaan sekolah dan tugas-tugas PGP. mulai membaca seluruh materi pendahuluan dan bahan pembelajaran hingga tugas-tugas di forum komunikasi saya kerjakan di awal dan sesuai waktu pengumpulan tugas. Pada Modul 1.2 ini kami mempelajari bahan pembelajaran mulai dari diri lalu dilanjutkan ekspolasi konsep disini saya dapat memahami untuk memulai jadi penggerak tidak harus di labeli dengan guru penggerak tapi pelaksanaan mengajar dan pengalaman di sekolah merupakan kebiasaan yang harus dikerjakan dengan semangat positif serta meniatkan dari awal bahwa kita datang kesekolah untuk menjadi agen perubahan bagi peserta didik dalam menggapai cita-cita dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh masing-masing murid yang akan kita ajar. keunikan yang saya merasa nostalgia dengan menggunakan media sosial era tahu 2000an hingga 2009an, dimana pada zaman itu saya MTS hingga SMA berkomunikasi menggunakan jaringan internet memakai website chat friendster, chat miRC, BB dll. di LMS PMM ini saya kembali berdiskusi tapi dengan isi isu pendidikan yang bisa diterapkan di tempat saya bertugas dan hal ini sungguh membuat saya semakin bersemengat untuk meningkatkan diri di dalam PGP ini.
Pada perjalanan di pekan ke 4 dan selanjutnya saya mengalami tantangan yang cukup berat karena selain tugas sebagai Calon Guru Penggerak (CGP) saya juga harus menyelesaikan tugas-tugas lainnya sebagai wakil kesiswaan, bendahara, pembina ekstrakurikuler untuk berlaga di O2SN Kabupaten INHIL dan tugas-tugas di Pendidikan Guru Penggerak (PGP). tugas yang paling membani sebenarnya adalah sebagai bendahara ini pengalaman pertama dan tuntutan kerjannya ekstra hati-hati karena berkaitan dengan dana sekolah yang harus ada pertanggung jawaban. Alhamdulillah dari semua kesibukan tugas PGP bisa diselesaikan tepat waktu. tentu bantuan teman-teman kelas dan saya juga memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) sebagai membantu referensi selain Amati, Tiru dan Modifikasi (ATM) sehingga tugas-tugas PGP bisa selesai. pada saat pengerjaan tugas koneksi antar materi ada hal baru yang belum pernah saya kerjakan tapi saya mencoba menggunakannya. mengenai isu AI sempat menjadi dilema etika karena masih ada beberapa guru yang berpendapat bahwa AI ini sangat merugikan karena akan menjadikan seseorang malas berfikir dan malas bekerja dengan handal di masing-masing tupoksi sebagai pendidik namun saya berfikir berbeda bukan karena saya sedang menggunakan AI, namun sebenarnya AI dapat membantu kita menambah dan mencari referensi terbaru dan cepat sehingga kita dapat mencari sumber-sumber yang lebih beragam serta dalam menggunakan AI ini dari saya untuk para pembaca atau pengguna AI kita harus punya dasar ilmu untuk mencari sesuatu atua emmanfaatkan AI untuk pekerjaan atau tugas. apalagi dizaman ini sudah banyak orang yang memanfaatkan AI untuk mendapatkan uang lebih untuk kebutuhan atau memnambah keinginan sehari-hari. Lanjut mengenai PGP ini perasaan yang saya alami selama mempelajari modul 1 juga membangkitkan semangat saya untuk menjadi pemimpin pembelajaran yang mampu membawa perubahan positif di sekolah. Kisah-kisah inspiratif dari para Guru Penggerak dan materi yang disajikan dengan menarik membuat saya yakin bahwa perubahan di bidang pendidikan adalah mungkin, modul ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang konsep visi dan bagaimana merumuskannya dengan efektif. Saya belajar tentang pentingnya melibatkan berbagai pihak dalam proses penyusunan visi, termasuk murid, guru, orang tua, dan masyarakat.
Pembelajaran modul-modul PGP yang mana salah satu tugasnya yaitu membuat visi guru penggerak melalui tahapan prakarsa perubahan. visi yang saya pilih sesuai dengan pilihan salah satu visi sekolah yg mana “Terwujudnya Peserta Didik yang Berprestasi” sesuai dengan visi saya pribadi saya sangat ingin membawa siswa yang saya didik berprestasi di bidang olahraga. Selama berjalan 4 tahun saya bertugas di pelangiran ini ada beberapa siswa berprestasi saya dampingi maupun dari yang saya latih secara langsung maupun pendampingan dan dukungan kepada siswa saya sampai mendapatkan prestasi terbaiknya. Bukan hanya dibidang olahraga kolaborasi saya bersama dengan teman-teman guru lainnya dengan segala kekurangan dan kelebihan yang kami punya, kami tetap memfasilitasi siswa-siswi mengikuti ekstrakurikuler diberbagai bidang sehingga seluruh siswa mendapatkan ilmu dan kegiatan positif dari sekolah. Kerjasama juga kami lakukan dengan orang tua, setiap pemilihan kegiatan ekstrakurikuler kami selalu membuat formulir untuk di tanda tangani dan disetujui oleh orang tua sehingga orang tua juga terlibat dalam kegiatan anaknya di sekolah. Setelah merefleksi diri dalam mempelajari modul Inkuiri Apresiatif sungguh sangat perlu difahami setiap guru agar pembelajaran lebih mendapatkan motivasi baru setiap harimya.
Program PGP ini juga lebih banyak membantu saya dalam memahami Pembelajaran Berdeferensiasi dan Pembelajaran Sosial Emosi hal ini dapat di aplikasi pada lokakarya ke 3 yang mengharuskan guru membuat aksi nyata lalu dari modul ini saya dapat memahami yaitu Paradigma Berpikir Coaching, Teknik Coaching yang Efektif, dan Penerapan Coaching dalam Supervisi Akademik. pada materi ini saya dapat menguasai emosi dalam menghadapi masalah mau itu dari siswa atau sesama guru sehingga saya mampu menjalankan coaching yang lebih efektif. terlepas dari materi modul coaching ini tetap komitmen dan kolaborasi di sekolah antara siswa, sesama guru dan kepala sekolah harus memiliki komunikasi yang berjalan baik. Pada modul 3.1 saya kembali mempelajari untuk memahami secara mendalam apa itu pemimpin pembelajaran, peran dan tanggung jawabnya, serta bagaimana pemimpin pembelajaran dapat mempengaruhi perubahan di sekolah. Saya juga belajar bagaimana menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan pembelajaran dalam konteks sekolah, misalnya dalam kolaborasi dengan rekan sejawat, pengambilan keputusan bersama, dan pengembangan budaya sekolah yang positif. sebagai Pemimpin memberikan kita landasan yang kuat untuk menjadi pemimpin yang lebih baik di masa depan. Dengan menerapkan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan.
TTD
Angga Septiadi, S.Pd., M.Pd., Gr.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar